Selasa, 03 Maret 2015

SKRIPSI - PEMBELAJARAN PESAN MORAL



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Penelitian
Pembelajaran pesan moral merupakan hal penting dalam pembelajaran sastra di sekolah. Dengan banyaknya pesan moral yang didapatkan siswa, diharapkan siswa akan terbawa pada moral yang baik, yaitu yang sesuai dengan etika dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat atau paling tidak mampu memahami pesan moral yang terkandung dalam karya sastra. Karya sastra dapat dipandang sebagai objek yang dekat hubunganya dengan masyarakat. Karena apa yang tertuang di dalam karya sastra merupakan proses penciptaan dari Si Pengarang karya sastra atau sastrawan, yang hubunganya dengan masyarakat disekeliling sastrawan itu sendiri.
Pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari digunakan pada judul penelitian ini karena dalam  kumpulan cerpen tersebut terdapat hal-hal yang dapat diteladani oleh siswa dari tokoh maupun penceritaannya, khususnya tentang pesan moral. Pesan moral menjadi masalah sensorik yang diungkapkan pengarang melalui tokoh dan peristiwa yang diceritakan. Semua itu bermuara dan berpengaruh pada moralitas tokoh cerita dalam sebuah karya sastra.
Karya sastra tidak lebih merupakan usaha sastrawan dalam rangka mengabdikan nilai-nilai yang menurut keyakinannya bermanfaat bagi penikmat karya sastra itu, demikian yang dikemukakan Suharianto (1982:17). Orientasi karya sastra menurut Abrams dalam Pradopo (2011:206-207) adalah.

Pertama, karya sastra itu merupakan tiruan alam atau penggambaran alam; kedua, karya sastra itu merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujuan tertentu pada pembacanya; ketiga, karya sastra merupakan pancaran perasaan, pikiran, ataupun pengalaman sastrawan; dan keempat karya sastra itu merupakan sesuatu yang otonom, mandiri, lepas dari alam sekelilingnya, pembaca maupun pengarangnya.

Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Suharianto (1982:14) karya sastra adalah pengungkapan kehidupan yang dipadukan dengan imajinasi dan kreasi seorang pengarang serta cerita dukungan pengalaman dan pengetahuannya atas kehidupan tersebut. Menurut Noor (2007:11)  karya sastra adalah karya yang bersifat fiktif (rekaan). Sebuah karya sastra meskipun bahannya (inspirasinya) diambil dari dunia nyata, tetapi sudah diolah oleh pengarang melalui imajinasinya sehingga tidak dapat diharapkan realitas karya sastra sama dengan realitas dunia nyata.
Dari pendapat tersebut disimpulkan bahwa karya sastra adalah sebuah karya rekaan tentang kehidupan yang mengandung nilai-nilai dengan cara pengungkapan yang dipadukan dengan daya imajinasi pengarang sehingga menjadi sesuatu yang otonom, mandiri, lepas dari alam sekelilingnya dan berisi hal-hal yang bermanfaat bagi penikmat karya sastra itu. Pada umumnya karya sastra yang berhasil selalu mengandung nilai-nilai luhur yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Meskipun hanya sebuah kreasi manusia, karya sastra mampu memaparkan realitas dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikan cerminan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Harjito (2007:95), secara umum karya sastra terdiri dari  prosa, puisi, dan drama. Prosa bisa berupa novel, roman, cerita bersambung (cerbung), dan cerita pendek (cerpen). Pemilihan cerpen pada penelitian karya sastra relatif lebih menguntungkan jika dilihat dari beberapa aspek. Dibandingkan dengan bentuk prosa yang lain, cerpen memiliki bentuk yang paling pendek. Bentuknya yang pendek memberi keuntungan bagi proses pembelajaran karya sastra di sekolah. Selain itu, alokasi waktu yang disediakan oleh kurikulum relatif lebih sedikit. Cerpen sebagai salah satu bentuk karya sastra diharapkan memunculkan pemikiran-pemikiran yang positif bagi pembacanya, sehingga pembaca peka terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan mendorong untuk berperilaku yang baik. Cerpen dapat dijadikan bahan perenungan untuk mencari pengalaman karena cerpen mengandung pesan-pesan kehidupan, pendidikan serta pesan moral.
Sebuah cerita pendek menurut Rahmanto (1993:88),  biasanya dapat dibaca sampai selesai dalam sekali jam tatap muka dan tugas-tugas yang berhubungan dengan cerita pendek tersebut biasanya dapat selesai pula dalam sekali tatap muka. Menurut Nuryatin (2010:2), cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang dimaksudkan memberikan kesan tunggal yang dominan. Sejalan dengan  pendapat tersebut Santosa dan Wahyuningtyas (2010:2), mengatakan “cerpen adalah cerita yang panjangnya kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap, padat, lengkap, ada kesatuan, mengandung satu efek dan selesai”.
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah sebuah cerita rekaan yang padat, memiliki kesan tunggal dan selesai dibaca dalam sekali jam.
Salah satu cerpenis Indonesia adalah Ahmad Tohari. Ia Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948. Ahmad Tohari menamatkan SMA nya di Purwokerto. Setelah itu Ia menimba ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Jenderal Sudirman (1975-1976). Ahmad Tohari sudah banyak menulis novel, cerpen dan secara rutin pernah mengisi kolom Resonansi di harian Republika. Karya-karya Ahmad Tohari juga telah diterbitkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda dan Jerman. http://biografinya.blogspot.com/2011/11/ahmad_tohari.html. diakses21April2012. 
Ahmad Tohari memiliki tiga kumpulan cerpen, pertama Senyum Karyamin (1989), kedua Nyanyian Malam (2000), dan ketiga Rusmi Ingin Pulang (2004). Tahun 2010 Ahmad Tohari mendapat anugerah sastra yang diberikan oleh Budiono Wakil Presiden RI pada Pekan Produk Kreatif Indonesia. Belum lama ini ia dianugerahi PWI Jateng Award 2012 karena karya-karya sastranya yang dinilai mampu menggugah dunia. http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/24/114342/Ahmad-Tohari-dan-Itsna-Affandi-Raih-Penghargaan-Wapres-diakses11Mei2012.
 Kumpulan cerpen Senyum Karyamin menceritakan kehidupan warga desa yang hidupnya serba sederhana dengan masalah-masalah yang beranekaragam. Melalui tokoh-tokoh dalam kumpulan cerpen Senyum karyamin ini Ahmad Tohari mengajak pembaca untuk lebih jeli dengan keadaan yang ada di sekitarnya. Cerpennya yang berjudul “Jasa-jasa buat Sanwirya” pernah mendapat hadiah hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederlands Wereldomroep. Beberapa cerpen Ahmad Tohari yang pernah dimuat di harian Kompas adalah “Si Minem Beranak Bayi” (26 September 1982), ”Surabanglus” (2 Januari 1983), “Tinggal Matanya Berkedip-Kedip” (10 April 1983), “Rumah yang Terang” (11 Agustus 1985), “Kenthus” (1 Desember 1985), dan “Senyum Karyamin” (26 Juli 1987); di Minggu Ini, Semarang, “Blokeng” (31 Maret 1985) dan “Syukuran Sutabawor” (19 Mei 1985); di Warta NU, “Orang – Orang Seberang Kali” (Maret 1986) dan “Pengemis dan Shalawat Badar” (Februari 1989); serta yang berasal dari majalah Panji Masyarakat, “Ah Jakarta” (No.443.1984) dan majalah Amanah, “Wangon Jatilawang” (November 1986). (Mahayana dalam Tohari, 2005:ix).
Pembelajaran karya sastra di sekolah haruslah sudah sampai pada tahap apresiasi pada pesan – pesan yang terkandung dalam karya sastra itu. Karya sastra dalam pembelajaran menduduki peranan yang penting dalam kurikulum pendidikan, oleh karena itu karya sastra harus disajikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Rahmanto (1993:15), mengatakan “jika pengajaran sastra dilakukan dengan cara yang tepat, maka pengajaran sastra dapat juga memberikan sumbangan yang besar untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang cukup sulit untuk dipecahkan di dalam masyarakat.
Pembelajaran cerpen merupakan pembelajaran karya sastra yang masih mendapat ruang dalam kurikulum, oleh karena itu dalam pembelajaran cerpen banyak pilihan judul cerpen yang dapat dijadikan bahan pengajaran dalam pembelajaran di SMA. Dalam silabus, standar kompetensi, dan kompetensi dasar pembelajaran cerpen hampir selalu diajarkan dalam setiap tingkat kelas. Di kelas X melalui standar kompetensi “membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi”, dan kompetensi dasar ” mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek  melalui kegiatan  diskusi”, siswa akan diajak untuk mengerti dan menemukan pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari.
Dalam pembelajaran karya sastra di sekolah menengah sudah terlalu biasa bila siswa hanya diajarkan menemukan unsur-unsur intrinsik karya sastra tanpa mengerti hal-hal menarik yang tersimpan di dalamnya. Apalagi dengan metode pembelajaran yang biasa-biasa saja. Seorang guru diharapkan mampu mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar tentang karya sastra sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswanya. Pemilihan metode pembelajaran tentunya menjadi pokok utama dalam hal tersebut. Maka dalam penelitian ini digunakan sebuah pebelajaran karya sastra dengan metode strata.
Metode strata adalah metode pembelajaran karya sastra yang melalui tahap penjelajahan, penafsiran, dan diakhiri dengan re-kreasi. Dengan metode ini, siswa diharapkan mampu memicu dirinya sendiri untuk lebih kreatif dan meningkatkan daya imajinasinya
Berdasarkan latar belakang tersebut maka judul penelitian ini adalah Pembelajaran Pesan Moral dalam Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari Menggunakan Metode Strata pada Siswa Kelas X di SMA N 2 Bae Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2012/2013.

B.     Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.      Bagaimanakah pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari?
2.      Bagaimanakah penggunaan metode strata dalam pembelajaran pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari pada Siswa Kelas X di SMA N 2 Bae Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2012/2013.
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.      Mendeskripsi pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari?
2.      Mendeskripsi penggunaan metode strata dalam pembelajaran pesan moral kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari pada Siswa Kelas X di SMA N 2 Bae Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2012/2013.

D.    Manfaat Penelitian
Hasil peneltitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis.
Manfaat Teoritis dalam penelitian ini adalah untuk menambah dan memperdalam teori yang berkaitan dengan pesan moral, selain itu juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan pada pembaca tentang pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari
Manfaat Praktis dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu bagi guru dan bagi siswa. Manfaat bagi guru adalah dapat dijadikan referensi bahan ajar guru dalam pembelajaran sastra dan menambah khasanah pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembelajaran karya sastra di SMA. Manfaat bagi siswa adalah meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengapresiasikan karya sastra, khususnya pesan moral dalam pembelajaran cerpen, dan menambah bahan bacaan apresiasi sastra di lingkungan masyarakat pembaca (sekolah) dan pecinta karya sastra, khususnya di SMA.

E.     Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami judul penelitian, perlu ditegaskan istilah-istilah yang digunakan. Istilah- istilah tersebut adalah pembelajaran, pesan moral, cerpen, dan metode strata.

Pembelajaran adalah suatu perkembangan pengertian yaitu secara spontan dan ilmiah. Spontan adalah pengertian yang didapatkan dari pengalaman sehari-hari. Dan ilmiah adalah pengertian yang didapat di ruangan kelas atau yang diperoleh dari pelajaran di sekolah, demikian yang dikemukakan Vygotsky melalui Isjoni (2009:55).
Pesan adalah permintaan amanat yang harus dilakukan atau disampaikan kepada orang lain, demikian yang dikemukakan Retnoningsih dan Soeharso (2005:377).
Moral adalah penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat, dan perangai dinyatakan benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut, demikian yang dikemukakan Retnoningsih dan Soeharso (2005:971).
Dari pengertian pesan dan pengertian moral tersebut, maka dapat disimpulkan pesan moral adalah amanat berupa nilai-nilai dan norma – norma yang menjadi pegangan seseorang / kelompok dalam mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan bermasyarakat.
Cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang dimaksudkan memberikan kesan tunggal yang dominan, demikian yang dikemukakan Nuryatin (2010:2).
Metode Strata adalah metode pembelajaran karya sastra yang melalui tiga tahap pokok, yaitu : penjelajahan, penafsiran, dan diakhiri dengan re-kreasi, demikian yang dikemukakan Semi (1993:158).

F.     Sistematika Penulisan Skripsi
Untuk memberikan gambaran secara keseluruhan, penelitian  ini disusun menjadi beberapa sub bab. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut:
Bab I pendahuluan, berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II landasan teori dan kerangka berpikit, berisi teori cerpen, pesan moral, metode strata,  pembelajaran sastra di SMA Kelas X, dan kerangka berpikir.
Bab III metode penelitian, berisi pendekatan penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian hasil analisis data.
Bab IV hasil penelitian dan pembahasan, berisi deskripsi data dan pembahasan analisis pesan moral dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari dan penggunaan metode strata dalam pembelajaran pesan moral pada siswa Kelas X di SMA N 2 Bae Kabupaten Kudus.
Bab V penutup, berisi simpulan dan saran.


TF_FOUNDATION

Tidak ada komentar:

Posting Komentar